Rahasia Di Balik Senyuman
Hari-hari ia lalui
dengan kesedihan karena kepergian Nenek yang ia sayangi dan karena sikap Ayah
tirinya yang sangat tidak suka terhadapnya dan bahkan membencinya, iapun tak
tahu apa kesalahannya padanya padahal ia mencoba menerimanya dan
membahagiakannya akan tetapi tetap saja ia tak pernah merasakan yang namanya
kasih sayang dari seorang Ayah yang ia inginkan sejak kecil, ia terkadang iri
dengan orang-orang yang ada di jalanan karena kehidupan mereka yang serba
kekurangan tapi mereka dapat merasakan yang namanya kehangatan dalam keluarga
mereka dan mereka saling menyanyangi satu sama lain di keluarga mereka, Ia
ingin merasakan apa yang ia lihat dan ia impikan sejak ia masih kecil ia tak
pernah merasakan yang namanya kassih sayang dari seorang Ayah padanya dan tetap
saja mencoba menyayanginya walau tak sepenuhnya walaupun ia dibenci oleh Ayah
tirinya, ia lalui kehidupannya kerap dengan air mata dibanding dengan
kebahagian yang ia rasakan, ia dapat merasakan kebahagiaan kalau bersama Ibunya
dan teman-temanya. Ia dapat melupakan sedikit bebannya kalau ia bermain bersama
temanya di luar akan tetapi terkadang ia dilarang oleh Ayah tirinya untuk
keluar rumah untuk bermain bersama teman-temanya dan ia selalu mengikuti apa
yang dikatakannya( Ayah tirinya )
Ia
sering merasakan kesedihan yang ia rasakan dalam hidupnya setelah kepergian
Neneknya karena biasanya setiap ia kesepian ia selalu ke rumah Neneknya untuk
main dan berbagi cerita dengan Neneknya, ia sangat menyanyagi Neneknya bahkan
melebihi apa yang ia punyai, ia kerap membantu Neneknya mengumpulkan padi,
jagung, kacang tanah di sawah sambil bermain dengan teman-temannya, ia tak
pernah merasa kekurangan saat bersama Neneknya walaupun hidup dalam
kesederhanaan. Ia mempunyai cita-cita ingin membahagiakan Neneknya dengan hasil
kerjanya akan tetapi rencana Tuhan berkata lain, Tuhan mempunyai rencana yang
lebih baik untuk membuat seorang anak lelaki itu lebih berani dan tangguh
dengan kehidupan yang ia jalani di masa yang akan datang. Ketika ia memasuki
pada kelas 8 lagi-lagi ia harus di rumah sendiri bersama Kakak perempuannya
karena harus ditinggal ke Semarang, akan tetapi ia merasa sedikit bahagia dan
sedih karena ia bahagia sebab ia tak merasakan sakit hati lagi karena Ayah
tirinya dan sedihnya ia harus ditinggal oleh Ibunya ke Semarang tapi ia sudah
merasa terbiasa karena ia sudah merasakan itu sejak ia masih kecil saat ia
ditinggal di Negara Aceh Darussalam. Ia merasakan hari-harinya seperti berada
dalam sangkar yang terbuat dari api yang panas karena ia ingin meninggalkan
rumah tapi ia sangat sayang dengan Ibu dan Kakaknya maka dari itu ia bertahan
dan mencoba bertahan pada keadaan yang ia hadapi. Hari demi hari berlalu ia
lewati dengan penuh ujian dan rintangan serta tetesan air mata yang kerap ia
rasakan, ia selalu dicaci maki oleh Ayah tirinya dan ia selalu mencoba diam dan
merasakan kesedihan itu sendiri dan memohon pada Allah agar hari esoknya akan
segera berubah. Di dalam keadaan yang serba rintangan itu ia mencoba tetap
meraih kejuaraan untuk membuat bangga terutama untuk Ibunya dan pada neneknya
yang ia sayangi ia meraih Juara 1 Lomba Kaligrafi yang ia ikuti dan ia juga
mengikuti Kejuaraan menyanyi tingkat sekolahnya karena ia ingin mempersembahkan
kemenangan itu untuk Neneknya dan Ibunya yang ia sayangi. Allah memang Maha
Adil karena ia dikaruniai teman-teman yang sangat sayang padanya karena
kepribadian yang diajarkan oleh Nenek dan Ibunya untuk selalu menghormati orang
lain maka dengan begitu orang lain akan menghormati kamu pula, maka dari itu ia
memiliki banyak teman yang baik yang selalu menemani ia dalam keadaan susah
maupun senang. Hari demi hari ia lalui dan akhirnya pada hari kelulusannya (
Wisuda ) tingkat Sekolah Menengah Pertamanya dan itu adalah hari yang
membahagiakan baginya karena pertama kali merasakan yang namanya di wisuda di
Gedung Muzdalifah Asrama Haji Donohudan, disana ia melihat wajah teman-temanya
yang riang gembira dan membuat ia juga ikut bahagia sampai membuat ia lupa akan
beban yang ia tanggung dalam hidupnya yang begitu menyakitkan dan membuatnya
selalu bersedih dan menangis karena Ayah tirinya.
Bersambung........
Komentar
Posting Komentar